Rabu, 02 Desember 2009

Ikhlas Bercap Seribu

Trie Nadilla

Tentunya uang seribu sangat berarti buat siapapun itu, mulai dari orang paling miskin, miskin, setengah kaya, yang mau kaya, dan orang-yang benar-benar kaya. Satu juta ga berarti kalau tidak ada angka seribu di dalamnya.. Manfaat seribu sangat penting untuk kita masuk ke surga, dengan adanya seribu orang yang tadi ga niat jadi niat sumbang. Ga percaya? Saya mah percaya banget.. Coba deh kamu hitung berapa kali kamu pernah sumbang ke celengan mesjid (minimal waktu tarawih malam pertama atau jum’atan)?
Kasih duit kalo orang ada minta sumbangan? Bukannya kita sok dermawan biar dipuji ama orang. Tapi, ini cuman nanya aja berapa orang kali sumbang pake duit seribu. Contoh yang paling kongkret ne, cobe deh kamu perhatiin celengan mesjid atau sumbangan apapapun yang ada di setiap swalayan, pasti banyak tu yang nongol justru duit seribu, Rp500, jarang tuh yang nongol uang Rp 20.000, Rp 50.000 Rp 100.000,-
Maksudnya dari ulasan tadi ialah uang seribu itu membantu kita dalam berbuat kebaikan tentunya...jangan lupa disertakan dengan niat. Walau itu tidak tampak tapi justru dapat dirasakan sepeti ada yang menghargai kebaikan kita. Mulai sekarang sediain terus ya..duit seribu..

Aku

Oleh: Trie Nadilla

Aku tahu, Aku Orang yang dibenci
Aku tahu, Aku orang brengsek
Aku tahu, Aku orang ditaktor
Aku Pantas dibenci

Seandainya kalian tahu
Seandainya kalian maklumi
Mungkin aku gak seperti ini

Opposite

Intan Khuratul Aini

Bukan suatu permasalahan bila yang satu menyukai Peter Pan sementara yang lain menyukai ST 12. Gak masalah juga bila yang satu menyukai Taylor Swift sedangkan yang lain cinta mati kepada Avril Lavigne. Bukan persoalan juga bila ada yang menyukai Jazz tetapi yang lain menyukai Rock.


Biarin aja kalau yang satu menyukai sayur sementara yang lain gak bisa dipisahkan dengan udang. Biarin aja kalau yang satu suka makanan pedas sedangkan yang lain makan harus pakai kecap. Biarin aja bila ada yang menyukai bakwan tetapi yang lain pizza menjadi favoritnya.


Tidak usah dipedulikan bila ia selalu memesan juice apel sedangkan kamu sangat menggemari kopi. Tidak usah dipusingkan bila ia lebih memilih minum air putih saat makan sementara kamu sibuk mencoba juice yang belum pernah kamu coba. Tidak usah dipedulikan bila kamu suka susu sementara dia mencium aromanya saja tidak mampu.


Biarkan saja ia menyukai drama korea sedangkan kamu begitu menyukai film action. Gak masalah kan, bila kamu tergila-gila ama Jhonny Deep sementara dia hanya mengagumi Jackie Chan. Biarkan saja dia mengoleksi film Bollywood kalau ternyata kamu hanya tertarik pada film horor.


Bukan hal yang pantas dipusingkan bila ada yang menyukai cardigan sementara yang lain mengoleksi gaun. Bukan hal yang pantas dipermasalahkan bila yang satu hanya memakai sandal jepit sementara yang lain sibuk mengincar sepatu Vinnci. Bukan hal yang besar bila yang satu cukup mengenakan bedak bayi sementara yang lain mengoleksi dengan lengkap segala hal yang berbau kosmetik


Biarkan saja bila dia menyukai hijau sedangkan aku menyukai hitam. Biarkan saja bila dia selalu mengenakan warna kuning sedangkan aku memilih memakai putih. Biarkan saja bila dia mengoleksi segala hal yang bernuansa merah sedangkan aku hanya ingin melihat warna-warna gelap.

Semua hal itu memang berlawanan tapi bukan berarti dapat menjadi bahan untuk melakukan perlawanan.
Semua itu memang berbeda tetapi tetap memiliki kesamaan.
Kesamaan yang hanya mereka yang tau.
Hanya mereka yang rasakan.
Tak perlu pusingkan perbedaan bila semuanya baik-baik saja.
Bukan hal-hal yang harus sama yang menjadi ikatan.
Ikatan sesuatu yang beda.
Ikatan itu mungkin berupa pengertian menurutku.
Berupa penghormatan.
Berupa kejujuran.
Berupa rasa memiliki.
Berupa tenggang rasa.
Yang dapat menolong kita menghadapi kesulitan hidup.
Menemani kesendirian kita.
Berada disamping kita saat kita menangis.
Tertawa bersama saat kita senang.
Berbagi apapun tentang hidup.
Berbagi kepahitan.
Kesenangan.
Keegoisan.
Kebanggaan.
Kebodohan.
Kesengsaraan.
Kegilaan.
Kesuksesan.


Dan gak akan meninggalkan kita sendiri.
Untuk merasa sendiri.